asal mula danau toba dan pulau samosir.
Pada zaman dahulu kala hiduplah pemuda miskin berwajah tanpan rupawan.Pemuda tersebut bernama toba,yang sehari-hari kerjanya hanyalah berkebun,memancing
Toba yang pada waktu itu telah menyelesaikan pekerjaan kebunnya berinisiatif untuk pergi memancing,di ujung lelahnya dia berguman "mancing ikan dulu,untuk lauk makan malam"
Maklumlah,daerah tempat tinggal toba adalah pegunungan yang tandus,sehingga hasil kebun pun belum bisa di pastikan dapat berhasil di waktu panen.
Setelah seharian memancing tak satu pun ikan yang menyambar umpannya.Di tengah gerutu dan putus asa serta perut yang lapar tersontak kaget ketika seekor ikan mas terkena kail yang di pasang toba.
Hari pun mulai gelap toba pun memutuskan untuk kembali ke dalam gubuknya.Ikan mas yang di dapat tadi pun di taruh kedalam kolam disamping rumah.Tanpa menghiraukan rasa lapar toba langsung tertidur pulas.
(Ngopi dulu gan sebelum lanjut lagi..hehehe),antara sadar dan tidak seolah toba melihat seorang gadis nan cantik ruoawan dengan sigap toba pun mengejar gadis tersebut.Karena gadia itu dengan cepat menghindar toba pun tak sempat melihat dan berkenalan pada dia.
Toba yang sudah sangat lapar tak terlalu menghiraukan siapa sebenarnya gadia cantik itu.( Sruut lagi kopinya mas broooo.. ●(~_~メ) ).Dia pun bergegas menuju kolam untuk segera meracik ikan mas hasil pancingannya tadi siang.
Sungguh tak di sangka,ikan tersebut sudah tidak ada lagi di dalam kolamnya.Rasa putus asa melanda toba malam itu.Langkah gemulai toba pun menuju meja makan,(tau apa yang terjadi selanjutnya?)Hidangan lezat dan lengkap tersaji di meja makannya.
Semangat yang memburu membuat toba lahap menyantap segala makanan yang ada diasana.Keesokan harinya toba kembali berkebun di tempat yang tandus miliknya.Sepulangnya dari berkebun toba seperti biasanya beriatirahat,dari kejauhan dia melihat langkah gemulai wanita cantik yang melangkah semakin mendekat.
Wanita tersebut adalah putri cantik jelita yang berasal dari kerajaan ikan.Gadis jelmaan ikan tersebut hendak mengucap terima kasih kerena sudah di tolong dari kejaran pasukan kerajaan ikan.
Putri tersebut di kejar karena menolak di nikahkan kepada anak raja sebangsanya,dia ingin menikah dengan bangsa manusia dan dari sini pulalah toba dan putri tersebut memiliki hubungan dan pada akhirnya menikah dan memiliki anak bernama samosir.
Kehidupan keluarga ini sederhana,dengan mengandalkan hasil tani mereka memenuhi kebutuhan.Tanah yang dulunya tandus kini menjadi subur.
Seiring berjalannya waktu,samosir mulai tumbuh bertambah besar dan bertambah nakal pula.
Pada satu waktu,samosir di suruh ibunya (jelmaan ikan) mengantarkan makan siang untuk ayahnya.Di tengah perjalanan makanan yang harusnya di berikan kepada ayahnya di lahap habis oleh samosir dan hal itu membuat toba marah besar dengan memukuli samosir dan mengumpat samosir dengan kata "dasar anak dekke..!!".
Samosir pun pulang kerumah dengan isak tangis menceritakan apa yang telah di lakukan ayahnya pada dia.Ibunya pun tiba-tiba berubah menjadi ikan dan langit pun menjadi gelap dengan angin yang kencang.
"Samosir,kamu cepat lari anakku sejauh mungkin dan pergilah kepuncak gunung disana sebab ayahmu telah melanggar perjanjian sebelum menikah dengan ibu waktu dulu"
Sebelum menikah dulu mereka memiliki perjanjian yaitu JANGAN PERNAH MENGUNGKAP MASA LALU SI PUTRI JELMAAN IKAN SEBAB DIA AKAN KEMBALI BERUBAH MENJADI IKAN DAN TANAH YANG DI TEMPATINYA MENGALAMI BENCANA BESAR.
( seruut kopi lagi gan..biar jangan ngantuk )
Hujan badai pun melanda tempat tersebut,samosir meninggal tenggelam saat menuju puncak gunung sedangkan toba meninggal di kebun dan si putri kembali ke asalnya.
Sejak saat itulah tempat yang menjadi tempat meninggalnya toba yang berair dinamai danau toba dan puncak gunung tempat meninggalnya samosir di namai pulau samosir.
Sekian cerita rakyat kali ini,nantikan cerita rakyat lainnya.sudah melegenda,yaitu asal mula danau toba dan pulau samosir.Yuuukk capcus ke intinya.
Pada zaman dahulu kala hiduplah pemuda miskin berwajah tanpan rupawan.Pemuda tersebut bernama toba,yang sehari-hari kerjanya hanyalah berkebun,memancing
Toba yang pada waktu itu telah menyelesaikan pekerjaan kebunnya berinisiatif untuk pergi memancing,di ujung lelahnya dia berguman "mancing ikan dulu,untuk lauk makan malam"
Maklumlah,daerah tempat tinggal toba adalah pegunungan yang tandus,sehingga hasil kebun pun belum bisa di pastikan dapat berhasil di waktu panen.
Setelah seharian memancing tak satu pun ikan yang menyambar umpannya.Di tengah gerutu dan putus asa serta perut yang lapar tersontak kaget ketika seekor ikan mas terkena kail yang di pasang toba.
Hari pun mulai gelap toba pun memutuskan untuk kembali ke dalam gubuknya.Ikan mas yang di dapat tadi pun di taruh kedalam kolam disamping rumah.Tanpa menghiraukan rasa lapar toba langsung tertidur pulas.
(Ngopi dulu gan sebelum lanjut lagi..hehehe),antara sadar dan tidak seolah toba melihat seorang gadis nan cantik ruoawan dengan sigap toba pun mengejar gadis tersebut.Karena gadia itu dengan cepat menghindar toba pun tak sempat melihat dan berkenalan pada dia.
Toba yang sudah sangat lapar tak terlalu menghiraukan siapa sebenarnya gadia cantik itu.( Sruut lagi kopinya mas broooo.. ●(~_~メ) ).Dia pun bergegas menuju kolam untuk segera meracik ikan mas hasil pancingannya tadi siang.
Sungguh tak di sangka,ikan tersebut sudah tidak ada lagi di dalam kolamnya.Rasa putus asa melanda toba malam itu.Langkah gemulai toba pun menuju meja makan,(tau apa yang terjadi selanjutnya?)Hidangan lezat dan lengkap tersaji di meja makannya.
Semangat yang memburu membuat toba lahap menyantap segala makanan yang ada diasana.Keesokan harinya toba kembali berkebun di tempat yang tandus miliknya.Sepulangnya dari berkebun toba seperti biasanya beriatirahat,dari kejauhan dia melihat langkah gemulai wanita cantik yang melangkah semakin mendekat.
Wanita tersebut adalah putri cantik jelita yang berasal dari kerajaan ikan.Gadis jelmaan ikan tersebut hendak mengucap terima kasih kerena sudah di tolong dari kejaran pasukan kerajaan ikan.
Putri tersebut di kejar karena menolak di nikahkan kepada anak raja sebangsanya,dia ingin menikah dengan bangsa manusia dan dari sini pulalah toba dan putri tersebut memiliki hubungan dan pada akhirnya menikah dan memiliki anak bernama samosir.
Kehidupan keluarga ini sederhana,dengan mengandalkan hasil tani mereka memenuhi kebutuhan.Tanah yang dulunya tandus kini menjadi subur.
Seiring berjalannya waktu,samosir mulai tumbuh bertambah besar dan bertambah nakal pula.
Pada satu waktu,samosir di suruh ibunya (jelmaan ikan) mengantarkan makan siang untuk ayahnya.Di tengah perjalanan makanan yang harusnya di berikan kepada ayahnya di lahap habis oleh samosir dan hal itu membuat toba marah besar dengan memukuli samosir dan mengumpat samosir dengan kata "dasar anak dekke..!!".
Samosir pun pulang kerumah dengan isak tangis menceritakan apa yang telah di lakukan ayahnya pada dia.Ibunya pun tiba-tiba berubah menjadi ikan dan langit pun menjadi gelap dengan angin yang kencang.
"Samosir,kamu cepat lari anakku sejauh mungkin dan pergilah kepuncak gunung disana sebab ayahmu telah melanggar perjanjian sebelum menikah dengan ibu waktu dulu"
Sebelum menikah dulu mereka memiliki perjanjian yaitu JANGAN PERNAH MENGUNGKAP MASA LALU SI PUTRI JELMAAN IKAN SEBAB DIA AKAN KEMBALI BERUBAH MENJADI IKAN DAN TANAH YANG DI TEMPATINYA MENGALAMI BENCANA BESAR.
( seruut kopi lagi gan..biar jangan ngantuk )
Hujan badai pun melanda tempat tersebut,samosir meninggal tenggelam saat menuju puncak gunung sedangkan toba meninggal di kebun dan si putri kembali ke asalnya.
Sejak saat itulah tempat yang menjadi tempat meninggalnya toba yang berair dinamai danau toba dan puncak gunung tempat meninggalnya samosir di namai pulau samosir.
Sekian cerita rakyat kali ini,nantikan cerita rakyat lainnya.
Tampilkan postingan dengan label ASAL USUL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASAL USUL. Tampilkan semua postingan
Rabu, 07 September 2016
Selasa, 06 September 2016
ASAL USUL SURABYA
Asal usul nama kota Surabaya hingga kini masih menjadi perdebatan dikalangan para sejarahwan. Ada yang menyebutkan bahwa nama Surabaya berasal dari legenda ikan sura (hiu) dan buaya, ada pula yang menyebut bahwa nama surabaya berasal dari gabungan kata sura yang berarti selamat dan baya yang berarti bahaya (Surabaya = selamat dari bahaya). Terlepas dari itu semua, kali inikisah asal usul akan membahas tentangcerita rakyat yang sangat populer tentang asal usul kota Surabaya. Berikut ini kisahnya:
Dahulu kala, di lautan nan luas (tepatnya di Laut Jawa), hiduplah 2 hewan buas yang sama-sama angkuh dan tak mau kalah. Kedua hewan tersebut adalah ikan hiu sura dan seekor buaya. Karena tinggal berdampingan, dua hewan tersebut sering berselisih dan berkelahi ketika memperebutkan makanan. Karena sama-sama kuat, tangkas, ganas, dan sama-sama cerdik, perkelahianpun terus berlangsung karena tidak ada yang bisa menang dan tidak ada yang bisa kalah. Pada akhirnya, kedua hewan tersebut merasa bosan dan lelah jika harus terus berkelahi. Menyadari hal itu keduanya kemudian sepakat mengadakan perjanjian tentang pembagian area kekuasaan.
Dahulu kala, di lautan nan luas (tepatnya di Laut Jawa), hiduplah 2 hewan buas yang sama-sama angkuh dan tak mau kalah. Kedua hewan tersebut adalah ikan hiu sura dan seekor buaya. Karena tinggal berdampingan, dua hewan tersebut sering berselisih dan berkelahi ketika memperebutkan makanan. Karena sama-sama kuat, tangkas, ganas, dan sama-sama cerdik, perkelahianpun terus berlangsung karena tidak ada yang bisa menang dan tidak ada yang bisa kalah. Pada akhirnya, kedua hewan tersebut merasa bosan dan lelah jika harus terus berkelahi. Menyadari hal itu keduanya kemudian sepakat mengadakan perjanjian tentang pembagian area kekuasaan.
"Hai Buaya, lama-lama aku bosan berkelahi denganmu." kata ikan hiu Sura. "Hmm, Aku juga, Sura. Lalu, apa yang mesti kita lakukan supaya perkelahian kita ini bisa berhenti?" tanya Buaya.
"Untuk mencegah terjadinya perkelahian lagi di antara kita, alangkah baiknya jika kita membagi daerah ini menjadi 2 daerah kekuasaan. Aku berkuasa di dalam air dan hanya bisa mencari mangsa di dalam air, sedang engkau barkuasa di daratan dan dengan begitu mangsamu harus pula yang ada di daratan. Lalu, sebagai batasnya, kita tentukan lebih dulu yaitu tanah yang dapat dicapai air laut pada saat pasang surut!"
"Oke, aku setujui dengan gagasanmu itu, Sura!" kata Buaya sambil mengangguk.
Dengan adanya perjanjian tersebut, untuk beberapa saat ikan hiu Sura dan buaya tak pernah berkelahi lagi. Keduanya sepakat untuk saling menghormati wilayah kekuasaannya masing-masing. Namun, setelah waktu berselang begitu lama, ikan-ikan yang menjadi mangsa hiu sura mulai habis dilautan. Sebagian ikan yang tersisa justru bermigrasi ke arah muara sungai Brantas karena takut dimangsa si hiu Sura. Menyadari hal itu, ikan hiu sura terpaksa dengan sembunyi-sembunyi mulai mencari mangsanya di muara sungai agar tidak ketahuan oleh buaya. Namun tanpa disadari si buaya ternyata mengetahui tingkah si hiu sura dan langsung menyerangnya.
cerita rakyat asal usul Surabaya
" Sura, kenapa kau melanggar perjanjian yang sudah kita berdua sepakati? Kenapa kamu berani-beraninya memasuki wilayah sungai yang adalah daerah kekuasaanku?" tanya si Buaya.
"Eits... Aku melanggar perjanjian? Ingatkah engkau akan bunyi perjanjian kita? Bukankah sungai ini berair? Dan karena ada airnya, jadi sungai ini juga termasuk daerah kekuasaanku, bukan?" Kata Sura mengelak.
"Apa maksudmu Sura? Bukankah sungai itu berada di darat, sedang daerah kekuasaanmu ada di laut, berarti sungai itu termasuk daerah kekuasaanku!" jawab Buaya ngotot.
"Ohh... Tidak bisa. Bukankah aku tidak pernah sekalipun mengatakan kalau air itu hanya air laut? Bukankah pula air sungai itu ait" jawab Hiu Sura.
"Hmm... Rupanya sengaja kau mencari gara-gara denganku, Sura?" hentak Buaya.
"Tidak!! Ku kira alasanku sudah cukup kuat dan aku ada dipihak yang benar!" elak Sura.
"Kau memang benar-benar sengaja mengakaliku Sura. Aku tidaklah sebodoh yang engkau kira!" jawab Buaya mulai marah.
"Aku tak peduli kau pintar atau bodoh, yang jelas sungai dan laut merupakan daerah kekuasaanku!" serang Sura tak mau mengalah.
Adu mulut antara Sura dan Baya pun berakhir dengan perkelahian yang sengit. Perkelahian kali ini menjadi sangat seru dan dahsyat karena keduanya merasa sama-sama tidak salah. Mereka saling menggigit, menerjang, memukul, dan menerkam. Dan dalam waktu sekejap, air sungai disekitarnya tempat perkelahian itu menjadi merah karena darah yang keluar dari luka kedua binatang itu. Mereka bertarung dengan mati-matian. Buaya mendapat gigitan Sura di ujung ekor sebelah kanan, sehingga ekor tersebut selalu membengkok ke kiri. Sedangkan Sura tergigit ekornya hingga nyaris putus. Karena sama-sama sudah terluka parah, keduanya kemudian berhenti berkelahi. Ikan surapun mengalah dan akhirnya kembali ke laut. Buaya yang menahan sakitnya pun merasa puas karena telah mampu mempertahankan daerah kekuasaannya.
cerita rakyat asal usul Surabaya
Tak berselang lama diketahui bahwa kedua hewan tersebut ternyata mati karena luka yang cukup parah dari bekas perkelahian. Dan untuk mengenangnya, penduduk sekitar menyatakan untuk memberi nama Surabaya pada daerah disekitar tempat perkelahian antara ikan Sura dan Buaya tersebut.
cerita rakyat asal usul Surabaya
Demikianlah cerita rakyat asal usul Surabaya. Semoga dari cerita tersebut, kita dapat mengambil hikmah bahwa peperangan dan perkelahian tidaklah bisa menyelesaikan masalah dan malah justru akan menimbulkan masalah baru. Oleh karenanya, kita perlu arif dan bijaksana dalam menyelesaikan segala problematika kehidupan. Terimakasih.
"Untuk mencegah terjadinya perkelahian lagi di antara kita, alangkah baiknya jika kita membagi daerah ini menjadi 2 daerah kekuasaan. Aku berkuasa di dalam air dan hanya bisa mencari mangsa di dalam air, sedang engkau barkuasa di daratan dan dengan begitu mangsamu harus pula yang ada di daratan. Lalu, sebagai batasnya, kita tentukan lebih dulu yaitu tanah yang dapat dicapai air laut pada saat pasang surut!"
"Oke, aku setujui dengan gagasanmu itu, Sura!" kata Buaya sambil mengangguk.
Dengan adanya perjanjian tersebut, untuk beberapa saat ikan hiu Sura dan buaya tak pernah berkelahi lagi. Keduanya sepakat untuk saling menghormati wilayah kekuasaannya masing-masing. Namun, setelah waktu berselang begitu lama, ikan-ikan yang menjadi mangsa hiu sura mulai habis dilautan. Sebagian ikan yang tersisa justru bermigrasi ke arah muara sungai Brantas karena takut dimangsa si hiu Sura. Menyadari hal itu, ikan hiu sura terpaksa dengan sembunyi-sembunyi mulai mencari mangsanya di muara sungai agar tidak ketahuan oleh buaya. Namun tanpa disadari si buaya ternyata mengetahui tingkah si hiu sura dan langsung menyerangnya.
cerita rakyat asal usul Surabaya
" Sura, kenapa kau melanggar perjanjian yang sudah kita berdua sepakati? Kenapa kamu berani-beraninya memasuki wilayah sungai yang adalah daerah kekuasaanku?" tanya si Buaya.
"Eits... Aku melanggar perjanjian? Ingatkah engkau akan bunyi perjanjian kita? Bukankah sungai ini berair? Dan karena ada airnya, jadi sungai ini juga termasuk daerah kekuasaanku, bukan?" Kata Sura mengelak.
"Apa maksudmu Sura? Bukankah sungai itu berada di darat, sedang daerah kekuasaanmu ada di laut, berarti sungai itu termasuk daerah kekuasaanku!" jawab Buaya ngotot.
"Ohh... Tidak bisa. Bukankah aku tidak pernah sekalipun mengatakan kalau air itu hanya air laut? Bukankah pula air sungai itu ait" jawab Hiu Sura.
"Hmm... Rupanya sengaja kau mencari gara-gara denganku, Sura?" hentak Buaya.
"Tidak!! Ku kira alasanku sudah cukup kuat dan aku ada dipihak yang benar!" elak Sura.
"Kau memang benar-benar sengaja mengakaliku Sura. Aku tidaklah sebodoh yang engkau kira!" jawab Buaya mulai marah.
"Aku tak peduli kau pintar atau bodoh, yang jelas sungai dan laut merupakan daerah kekuasaanku!" serang Sura tak mau mengalah.
Adu mulut antara Sura dan Baya pun berakhir dengan perkelahian yang sengit. Perkelahian kali ini menjadi sangat seru dan dahsyat karena keduanya merasa sama-sama tidak salah. Mereka saling menggigit, menerjang, memukul, dan menerkam. Dan dalam waktu sekejap, air sungai disekitarnya tempat perkelahian itu menjadi merah karena darah yang keluar dari luka kedua binatang itu. Mereka bertarung dengan mati-matian. Buaya mendapat gigitan Sura di ujung ekor sebelah kanan, sehingga ekor tersebut selalu membengkok ke kiri. Sedangkan Sura tergigit ekornya hingga nyaris putus. Karena sama-sama sudah terluka parah, keduanya kemudian berhenti berkelahi. Ikan surapun mengalah dan akhirnya kembali ke laut. Buaya yang menahan sakitnya pun merasa puas karena telah mampu mempertahankan daerah kekuasaannya.
cerita rakyat asal usul Surabaya
Tak berselang lama diketahui bahwa kedua hewan tersebut ternyata mati karena luka yang cukup parah dari bekas perkelahian. Dan untuk mengenangnya, penduduk sekitar menyatakan untuk memberi nama Surabaya pada daerah disekitar tempat perkelahian antara ikan Sura dan Buaya tersebut.
cerita rakyat asal usul Surabaya
Demikianlah cerita rakyat asal usul Surabaya. Semoga dari cerita tersebut, kita dapat mengambil hikmah bahwa peperangan dan perkelahian tidaklah bisa menyelesaikan masalah dan malah justru akan menimbulkan masalah baru. Oleh karenanya, kita perlu arif dan bijaksana dalam menyelesaikan segala problematika kehidupan. Terimakasih.
Langganan:
Postingan (Atom)